Jika kau mati dari makhluk, akan dikatakan kepadamu, “Semoga Allah merahmatimu dan mematikanmu dari hawa nafsu.” Jika kau mati dari hawa nafsumu, akan dikatakan kepadamu, “Semoga Allah merahmatimu dan mematikanmu dari kehendak dan angan-anganmu.” Jika kau mati dari kehendakmu, akan dikatakan kepadamu, “Semoga Allah merahmatimu dan memberimu kehidupan yang tiada pernah ada matinya.”
Kau akan diberi kekayaan yang tiada pernah habis, anugerah yang tiada pernah bisa ditolak, kenyamanan yang tiada pernah berubah sengsara, nikmat yang tiada pernah berubah celaka, ilmu yang tiada kebodohan setelahnya, rasa aman yang tiada pernah berubah ketakutan, kebahagiaan yang tiada pernah berubah sengsara, kemuliaan yang tiada pernah berubah hina, kedekatan yang tiada pernah berubah jauh. Kau diangkat dan tiada pernah dihinakan, disucikan dan tiada pernah ternoda. Segala angan-anganmu akan menjadi kenyataan, perkataanmu dibenarkan, hingga kau menjadi layaknya belerang merah yang nyaris tak terlihat, mulia tiada tandingan, berharga tiada duanya, satu dan satu-satunya, tunggal setunggal-tunggalnya. Kau akan menjadi gaibnya kegaiban, rahasianya rahasia.
Maka, saat itulah kau menjadi pewaris para nabi, shiddiqin dan para rasul. Kaulah puncak kewalian, dan para wali abdal (pengganti) akan datang kepadamu. Segala kesulitan terpecahkan melaluimu, hujan diturunkan karenamu, tanaman tumbuh berkatmu. Melaluimu, sirnalah segala petaka dan ujian yang menimpa masyarakat, golongan awam maupun khusus; penduduk perbatasan, para penguasa dan rakyatnya, para pemimpin dan masyarakatnya. Dengan demikian, kau menjadi tumpuan seisi negeri dan para hamba.
Orang-orang bergegas-gegas mendatangimu dengan ketundukan, membawa bingkisan, dan mengabdi kepadamu, dalam segala kondisi, dengan izin Sang Pencipta segalanya. Lidah mereka senantiasa menyebut-nyebut kebaikanmu, serta melantunkan puja dan puji untukmu di manapun mereka berada. Tidak akan ada dua orang beriman yang berselisih tentangmu. Duhai manusia terbaik yang hidup di bumi, “Itulah anugerah Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Pemilik karunia yang agung.”
(Sumber: Syekh Abdul Qadir, Futuhul Ghaib,Relevations of The Unseen, 2016, Madani: Jakarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar