Bila kau lihat dunia ini di tangan para pemiliknya (hartawan, penguasa, dan lain-lain, penerj) dengan segenap pergiasan, kesesatan, kepalsuan, tipuan, racunya yang mematikan, yang meskipun lahirnya tampak lembut namun bagian dalamnya sungguh mematikan, menghancurkan dan membunuh siapa saja yang menyentuhnya, terkecoh olehnya, lalai terhadap Dzat yang Menguasainya dan terlena oleh janji-janji palsunya; bila kau lihat semua ini, bersikaplah layaknya seseorang yang melihat orang lain sedang buang hajat; kemaluanya terlihat, baunya menyengat. Maka, dalam situasi semacam itu, kau akan memalingkan pandanganmu dari auratnya dan menutup hidungmu dari bau busuknya.
Begitulah seharusnya kau bersikap terhadap dunia. Jika melihatnya, palingkan pandanganmu dari segala perhiasanya, dan tutuplah hidungmu dari aroma busuk syahwat dan kenikmatanya, niscaya kau akan selamat dari dunia dan segala malapetakanya. Sementara itu, bagianmu dari dunia ini akan menghampirimu segera, dan kau pun akan bahagia. Allah swt. telah berfirman kepada Nabi pilihan-Nya:
وَلاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَابِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأبْقَى
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan untuk Kami cobai mereka denganya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thaha: 131)
(Sumber: Syekh Abdul Qadir, Futuhul Ghaib, Relevations of The Unseen, 2016, Madani: Jakarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar