Ikutilah (Sunah Rasul), jangan membuat bid’ah; patuhlah (kepada Allah dan Rasul-Nya), jangan menentang; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menuduhkan satu keburukan pun kepada-Nya. Yakinlah (kebenaran-Nya), jangan ragu sedikitpun; bersabarlah selalu dan jangan gelisah atau putus asa; teguhkanlah pendirianmu, jangan melarikan diri; berdoalah kepada-Nya dan jangan pernah bosan berdoa; bersabarlah menanti dan jangan putus harapan; sambunglah tali persaudaraan, jangan saling bermusuhan; bekerjasamalah dalam ketaatan, jangan berpecah belah; saling mencintailah, jangan saling mendendam; sucikanlah dirimu dari dosa-dosa, jangan nodai denganya.
Jangan lumuri dirimu dengan dosa, hiasilah dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintu-pintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya. Jangan menunda-nunda tobat; jangan merasa jemu memohon ampunan kepada Sang Pencipta di waktu siang maupun malam. (Dengan melakukan ini semua), niscaya kalian akan mendapat rahmat (kasih sayang Allah) dan kebahagiaan, dijauhkan dari api neraka dan hidup bahagia di surga, bertemu Allah, bersenang-senang di surga dengan segala nikmat dan bidadari-bidadari yang masih perawan, tinggal di dalamnya untuk selamanya, mengendarai kuda-kuda putih, bersuka ria dengan bidadari dan aneka aroma, serta suara merdu hamba-hamba sahaya wanita. Kalian akan dimuliakan bersama para Nabi, shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.
Sumber : Syekh Abdul Qadir, Futuhul Ghaib,Relevations of The Unseen, 2016, Madani: Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar